Jika anda pergi ke kota Medan
Sumut anda akan menemukan pamplet yang bertuliskan TUKANG PIJAT GURU
SINGA, anda tidak usah heran karena bukan berarti tempat itu adalah
untuk memijat guru singa tetapi marga guru singalah yang menjadi tukang
pijatnya.
Ditempat lain anda akan
menemukan AHLI PATAH TULANG GURU SINGA, ini juga artinya bahwa seorang
bermarga Guru singa adalah ahli dalam pengobatan patah tulang. Sama
halnya nama pendiri Kota Medan yaitu Guru Patimpus, arti guru disana
adalah dukun atau memilki keahlian khusus traditional karo atau terkait
dengan kemampuan dengan cara meditasi dan kekuatan magis. Namun Guru
Singa adalah marga dan jika mereka ahli patah tulang bukan berarti semua
guru singa ahli dibidang itu, kata guru dalam guru singa sendiri adalah
misteri yang perlu dikaji lebih dalam. Namun yang menjadi menarik dari
mana mereka menemukan ide marga GURU SINGA? Padahal di Indonesia tidak
memiliki singa. Dapat diambil kesimpulan bahwa orang Karo merupakan dari
keturunan-keturnan yang laus dari belahan dunia yang sedari dulu sudah
berupaya menempati daerah dataran tinggi Karo yang subur dan indah.
Marga adalah sebuah kebangaan
jika seorang bermarga gurusinga jika dia adalah seorang camat, maka dia
disebut CAMAT GURUSINGA, begitulah identiknya marga dengan kedudukan
seseorang khusunya orang Karo. Kalau dia profesor maka ia akan dipangil
Prof. Gurusinga. Bisa anda bayangkan ada seorang profesor dengan
julukan marga GURUSINGA itu hanya ada di KARO.

Posting Komentar